madyapadma

madyapadma
my first teacher in journalistic

Friday, October 8, 2010

Seekor kerikil dan Sehelai air

well, this is my first time write here, throughly ...
here,

pagi itu, ga beda jauh ma pagi-pagiku biasanya. bahkan pagiku hampir sama setiap hari. dimulai dengan bagun pagi (agak siang). dilanjutkan dengan mandi dan menggosok gigi. tidak lupa ku mandi lagi (lho?).

ngga, gini, singkat cerita aku udah lsei mandi, dan sudah berpakaian lengkap. aku mau berangkat ke sekolah tercintaku di Denpasar. aku ambil motor, like ussualy. menghidupkannya, like ussualy. dan motorku langsung hidup, not like ussualy (hhe). aku dengan santai menjalankannya, karena emang aku terkenal dengan keberuntunganku di jalan raya. and aku ga nyangka keburuntunganku habis jam itu, pagi itu, di jalan itu, dan dilihat oleh nenek itu. --a.

yap, karena seekor kerikil dan sehelai air yang menggenang bahagia di jalan nan mulus, aku terguling di tengah jalan nan indah. saking indahnya tu jalan, aku seketika memeluk tu badan jalan. wah, pkirku.

awalnya sih aku g nydar kalo ak jatuh.

setelah ku inget-inget, gini kronologisnya...

aku, seperti biasa, memakai kecepatan 40 km/h. sambil nyanyi-nyanyi, aku noleh ke samping. pas aku mengembalikan pandanganku ke depan, tiba-tibo motor di depanku udah berhenti dengan anggunnya. jarak motorku dengan motor cewek dpanku kira-kira 4 meter (kira-kira y), sontak aja aku langsung ngerem. biasanya (aku g cma skali kya gini) aku berhenti dengan mulus, tapi pagi ini my lucky is lost. aku g menduga ada seekor kerikil dengan teman-temannya berdiam manis di tengah jalan. berhubung pas itu lagi ujan, air pun menggenang dengan indah. jalan jadi licin. maka Motor (stengah) ngebut + ngerem mendadak + seekor kerikil beserta teman-teman + air = nyium badan jalan.

T.T

pas aku jatuh, aku ga nyangka bgt, tiba-tiba truk lewat d samping kepalaku (pas tu kan ak jatuh, jadi aku dalam keadaan tiduran gt deh). untungnya malakat ga ngajak aku pergi, cuma nyapa aja.

hhuh ...
pas tu ga da orang, sepi jadi aku bangkit, ngambil senjata dan nembak tu cewek (eh, g de ding), aku ngambil motor, dan melanjutkan perjalanan, karena aku merasa ga pa pa. tapi pas jalan, kok kaki ma tanganku perih y ??? baru ku lat, eh, cairan merah uda kluar ...
emmm ...

hope this make you realize something ..
: )

No comments:

Post a Comment