madyapadma

madyapadma
my first teacher in journalistic

Wednesday, July 7, 2010

Keluarga, Motivator Terbaik

HIV/AIDS, siapa yang tidak mengetahui penyakit ini. HIV merupakan salah satu penyakit menular paling datakuti saat ini. Selain karena belum ditemukannya vaksin/ obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, juga karena penularannya yang relative cepat. Umumnya, virus HIV ditularkan melalui hubungan seks dan penggunaan jarum suntik.

Di luar itu, terdapat hal yang lebih kompleks. Para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) seakan dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat. Itu akibat dari stigma masyarakat tentang ODHA dimana ODHA selalu dianggap sampah masyarakat. Selain itu, stigma tersebut juga membuat ruang gerak ODHA untuk berekspresi menyempit. hal itu secara tidak langsung memenggal hak para ODHA untuk membuka diri.

Di sini, anggapan masyarakat tentang orang dengan penyakit AIDS menjadi momok bagi para ODHA. Masyarakat seakan menghakimi tanpa tahu apa itu HIV/AIDS. Mereka sudah terpengaruh oleh stigma yang selama ini berkembang di Masyarakat. Stigma bahwa ODHA adalah sampah masyarakat. Mereka tidak mau tahu apa yang dirasakan para ODHA. Mereka hanya berpikir sepihak.

Oleh karena diskriminasi lingkungan sekitarnya, banyak para ODHA yang lantas frustasi dan tenggelam dalam kesendirian. Mereka menganggap bahwa hidup mereka sudah tidak berarti lagi.

Dari beberapa kasus yang dicatat yayasan Bali Plus periode Januari sampai September 2009, 9 ODHA ditolak oleh keluarganya dari 3014 kasus. Rata-rata alasannya karena keberadaan ODHA tersebut dianggap aib bagi keluarga. Jadi, dukungan keluarga di sini sangat penting agar para ODHA merasa bahwa dia tidak sendirian.

Selama ini para ODHA selalu bergerak di bawah naungan sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Di sana, mereka dapat mengekspresikan diri tanpa takut didiskriminasi. LSM di sini layaknya keluarga kedua bagi para ODHA. Di sini mereka dapat bertemu orang-orang yang juga sama dengan mereka. Jadi mereka lebih bisa mengerti satu sama lain.

Di sini, keluarga perlu memberikan perhatian lebih bagi anggota keluarganya yang terkena HIV/AIDS. Itu karena mereka yang terkena virus mematikan ini akan merasa hidup mereka sudah tidak lagi berarti. Maka dari itu, peran keluarga sebagai orang terdekat sangatlah penting untuk memberikan motivasi agar semangat hidupnya kembali.

No comments:

Post a Comment